Seks Tidak Perlu Diurus Negara

Patrialis Akbar dan ALIA sedang berusaha menjadikan hubungan seks ekstra marital menjadi tindakan pidana. Poin utama saya kenapa hal ini tidak akan mendatangkan kebaikan untuk masyarakat sebagai berikut :

  1. Kekacauan pembuktian.
    Pun benar hubungan seks ekstra marital menjadi tindakan pidana, saya yakin pembuktiannya menjadi masalah besar. Proses pembuktian dalam undang-undang lawas kita yang warisan Belanda itu sangat berbelit dan rawan kekaburan bukti.
    Islam menyatakan tindakan zina itu sesuatu yang sangat spesifik. Masuknya kelamin laki-laki ke kelamin perempuan. Ini pun harus disaksikan secara nyata setidaknya dua orang laki-laki yang sudah dewasa, atau dua perempuan dan satu laki-laki yang sudah dewasa, atau empat orang perempuan yang sudah dewasa, dan berakal sehat.
    Pertanyaan selanjutnya, apakah kesaksian saksi mata bisa dijadikan bukti yang kuat? Ingatan seseorang bisa diubah, motif seseorang bisa bermacam-macam. Rekaman atas kegiatan seks ekstra marital? Pelanggaran undang-undang ITE.

  2. Seks adalah ranah pribadi.
    Sebagaimana tingkat kedurhakaan seorang anak pada orang tuanya, yang menjadi anggapan orang sebagai perbuatan zina bisa jadi sangat subyektif. Seks adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia dengan manusia lainnya, bukan tindakan manusia pada manusia lainnya. Dengan demikian, negara wajarnya tidak punya kuasa atas kejadian tersebut. Beda lagi jika misalnya seks tersebut dilakukan oleh manusia pada manusia lainnya, atau manusia pada hal lain selain manusia.
    Apakah negara akan menangkap seseorang yang bermasturbasi di kamarnya? Menilik definisi seks,hal ini sangat bisa. Jika semua kegiatan seks ekstramarital menjadi tindakan pidana, bisa jadi semua mahasiswa di negeri kita masuk penjara.

  3. Potensi penyalahgunaan hukum untuk kepentingan pribadi.
    Misalkan seks ekstramarital tersebut terjadi di dalam rumah, apa hak penegak hukum masuk ke dalam rumah tanpa ada surat perintah? Seorang pelapor atau aparat bisa seenak jidatnya masuk ke rumah dan menyeret anda keluar, kemudian menuduh anda melakukan perzinahan.
    Tuduhan tersebut bisa jadi benar bisa juga tidak, yang jelas anda sudah diseret keluar dan dituduh macam-macam kemudian harus menanggung biaya untuk melepaskan diri.