Sahur

Hari ini mulai Ramadhan lagi, kalau dihitung-hitung sudah lebih dari delapan kali Ramadhan saya tidak lagi sahur bersama ibu bapak di rumah. Dari delapan kali tersebut, baru kali ini saya mellow sahur di perantauan. Cengengnya telat.

Bukan kenapa-kenapa, tahun ini bapak ibuk sahur berdua saja. Tahun-tahun kemarin masih ada kedua adik saya yang bikin rame sahur di rumah. Si ragil masih perlu diseret dari kasur, biasanya paling susah dibangunkan. Tahun ini keduanya sudah sibuk masing-masing di perantauan juga. Bertualang di atmosfer yang berbeda satu dengan lainnya. Sepertinya kami bertiga memang tidak ada yang suka lama-lama di rumah, tapi kalau sudah pulang susah juga keluar dari rumah.

Jadi ingin segera mudik rasanya.